Ema Prihatin Ada Rekayasa pada Surat Aduan

Kepala Disduk Dilaporkan Karyawan

Ema Prihatin Ada Rekayasa pada Surat Aduan

- detikNews
Selasa, 11 Jan 2011 10:32 WIB
Bandung - Dalam surat aduan tertanggal 13 Desember 2010 yang melaporkan keberatan karyawan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung pada pimpinannya Ema Sumarna ditemukan keanehan yang menunjukkan hasil rekayasa.

Seperti lembar lampiran yang disertakan bersama surat aduan tersebut. Sekilas, orang akan menduga karyawan Disdukcapil yang menandatanagi adalah yang sepakat dengan keberatan yang dicantumkan dalam surat aduan. Namun setelah diperiksa, surat yang berisi daftar nama dan tandatangan itu merupakan absensi harian di Disdukcapil Bandung. Hanya saja, pada bagian tanggalnya ditiadakan.

"Kalau ini sih absen di sini," ujar Kepala Dinas Kependudukan Kota Bandung Ema Sumarna sambil tergelak melihat copy-an surat aduan atas dirinya itu dari wartawan.

Bahkan dalam daftar tersebut, nama Ema Sumarna pun tercantum, namun ia termasuk yang tidak menandatanganinya. "Masa bikin surat untuk membidik saya, tapi nama saya juga ada. Kan aneh. Kurang kreatif, kalau mau ya bikin sendiri," kata Ema.

Menurut Ema, dirinya pun telah melakukan konfirmasi dengan karyawan-karyawannya untuk menanyakan kebenaran dari surat tersebut. Namun tidak ada satu pun yang mengakui terkait dengan adanya pembuatan surat aduan.

"Silahkan ditanyakan sendiri pada karyawan. Tapi kalau saya yang tanya sih mereka bilang tidak tahu tentang surat itu, meskipun mereka membenarkan itu tanda tangan mereka karena itu kan absen," katanya.

Ema pun menyatakan prihatin dengan adanya rekayasa seperti ini di Disdukcapil. Karena sekan-akan karyawan dipetakan untuk terlibat konflik internal.

"Saya tidak marah, tapi saya prihatin. Tapi kalau karyawan yang tidak merasa ikut, jangan seperti ditarik-tarik untuk ikut," katanya.

Ema mengaku pertama kali mengetahui adanya surat aduan ini dari Kabid Pencatatan Disdukcapil Kelly Solihin yang tandatangannya ada dalam daftar nama di lampiran. Namun sama dengan Ema, Kelly pun saat itu mengaku heran dan sama sekali tak mengetahui tentang surat tersebut.

Dalam berita sebelumnya, Ema Sumarna dilaporkan oleh karyawan di Disdukcapil pada Walikota Bandung. Dalam surat tertanggal 13 Desember 2010 itu, Ema dinilai arogan dan otoriter pada karyawan.

(tya/tya)


Berita Terkait