Dituturkan Agus (30), saat kejadian, Rabu (5/1/2011) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, ia bersama Dadi Rustia (33) dan Ihsan M Baldawi (28) sedang nongkrong di teras rumah. Kemudian ia melihat segerombolan pemuda akan melewat ke arah depan rumahnya dengan teriak-teriak. Tahu ada yang tidak beres, Agus bersama Dadi dan Ihsan masuk dalam rumah untuk menghindar.
Malam itu, ia dan Ihsan mengenakan baju merah. Rupanya hal itu malah membuat para pemuda yang tengah naik pitam langsung menyerang rumah Odang. Mereka berteriak-teriak mencari orang yang mengenakan baju merah.
"Niat masuk ke dalam sih karena malas berurusan dengan mereka," ujar Agus saat ditemui di rumahnya Jalan Kujang, Kampung Cisalatri, RT 1 RW 6, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Bandung, Kamis (6/1/2011).
Agus pun segera berlari ke kamar yang ada di bagian belakang bersama isteri dan anak bungsunya lalu mengunci diri. Sementara anaknya yang pertama yang tak sempat terambil saat kejadian sedang menonton tv dengan neneknya, Siti Komariah (60) dan Ventiani (16).
"Nenek teriak nyuruh masuk kamar, lalu semua masuk ke kamar semua," tutur Ventiani.
Di dalam kamar di bagian tengah, total ada 7 orang, yaitu Siti Komariah (60), Awaluddin (5), Ventiani (16), Ihsan M Baldawi (28), Dadi Rustia (33), isteri Dadi bernama Ipah, dan anaknya Gina (1,5).
"Mana yang pake baju merah," teriak para penyerang seperti yang diceritakan Ventiani.
Kemudian para penyerang itu mendobrak pintu kamar, lalu memukul Ventiani yang berada paling dekat dengan penyerang. "Ini perempuan," teriak Ventiani.
Ventiani yang dipukul dengan balok di bagian punggungnya itu pun lalu diseret ke bagian tengah rumah. Kemudian di dekat kulkas yang berada di bagian tengah, ventiani kembali dipukul sampai pingsan.
"Saya sadar udah di rumah depan (tetangga-red)," tuturnya sambil menambahkan sebelum tak sadarkan diri, ia melihat Ihsan dalam kondisi kepalanya bercucuran darah.
Aksi brutal puluhan penyerang itu terhenti saat kemudian Siti Komariah tiba-tiba berteriak. "Kalian itu sudah pernah dipelihara disini, dikasih makan disini malah seperti ini," teriak Siti.
Kemudian salah satu penyerang mengenali Siti dan lalu meminta maaf. "Buat apa, anak saya sekarang udah pada mati semua," sambut Siti atas permintaan maaf itu disampaikan. Saat itu kondisi anak dan cucu Siti tengan berlumuran darah.
Ternyata, dulu semasa masa oriestasi mahasiswa, para pemuda yang menyerang itu pernah ditampung di rumah H.Odang yang memang memilki kos-kosan. saat itu para pemuda tersebut di beri pakain dan makan oleh keluarga H.Odang.
Sementara H.Odang, saat kejadian sebenarnya berada di bagian depan rumah. Namun H.Odang tak diserang. Sampai akhirnya ia masuk ke rumah lalu bertanya. "Aya naon ieu (ada apa ini-red)," katanya.
Keberadaan H.Odang semakin memperkuat para penyerang tersebut bahwa mereka telah salah sasaran. Mereka pun lalu lari dan kabur. Sementara penghuni rumah merasa kaget atas insiden yang tak diketahui asal mulanya. Bahkan 4 orang mengalami luka dan dilarikan ke RS, dimana 1 di antaranya adalah Awaluddin yang baru berusia 5 tahun. Awaluddin pun kini trauma dengan kejadian tersebut karena kini ia merasa takut jika melihat orang banyak.
Pantauan detikbandung, kondisi kebanyakan kaca pecah akibat serangan tersebut. sejumlah barang yang ada di dalam rumah pun dirusak. Seperti televisi yang dibanting oleh penyerang.
(tya/tya)











































