"Tadi kami sempat sweeping mencari pemuda dari NTT di sekitar kampus dan kos-kosan. Tapi nihil," ujar Soni S Atmaja (37), salah seorang warga RT2 RW2, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru usai menghadiri pertemuan dengan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD), Nanat Fatah Natsir, di kampus tersebut, Jalan AH Nasution, Kamis (6/1/2011).
Menurut Soni perilaku sekelompok pemuda tersebut selama ini meresahkan warga. Para warga, kata Soni, mengaku sering mengeluhkan sikap mereka. Insiden tadi malam itu merupakan puncak kekesalan warga sekitar.
"Selama ini pemuda itu sering godaain gadis dan berulah," ujarnya.
Warga yang merasa tidak nyaman serta aman, lanjut Soni, berharap sekelompok pemuda itu tidak tinggal lingkungan permukiman penduduk sekitar. "Daripada terjadi apa-apa lebih baik mereka meninggalkan daerah ini," tutur Soni.
Lebih lanjut, Soni mengaku tidap puas dengan pertemuan dengan pihak UIN SGD. Seharusnya, jelas dia, pelaku penyerangan juga dihadirkan dalam pertemuan tadi.
"Jangan seremonial saja. Harusnya ada yang bertanggung jawab, biar jelas masalahnya," tuturnya.
Ditemui di tempat sama, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Jaya Subriyanto mengimbau warga untuk tidak bertindak anarkis. Ia meminta warga untuk melakukan cara-cara santun apabila ada orang meresahkan di lingkungannya.
"Siapun yang meresahkan, silakan usir. Tapi harus objektif dan dilakukan dengan cara baik-baik," terang Jaya.
(bbp/tya)










































