Dalam kesempatan ini, warga menceritakan kronologi pada Rabu (5/1/2011) malam. Salah seorang warga menuturkan bahwa penyerangan telah direncanakan. Hal itu terlihat dari senjata yang mereka bawa seperti kampak, kayu, maupun parang.
"Jumlahnya banyak ada 40 orang berkumpul di halaman kampus. Mereka meneriakkan yang berbau SARA pada kami. Bahkan setelah kami mundur setelah polisi minta, ada seorang dari mereka membawa kampak mengamcam kami," tuturnya.
Hingga pukul 11.10 WIB, pertemuan masih berlanjut. Sekitar 100 orang warga hadiri pertemuan ini.
Rabu (5/1/2011) sekitar pukul 21.00 WIB, terjadi aksi tawuran antara warga Jalan Kujang, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung dengan sekelompok pemuda. Tawuran ini dipicu oleh aksi penyerangan para pemuda ke rumah Haji Odang. Diduga motif penyerangan ke rumah Haji Odang dikarenakan balas dendam atas aksi pemukulan salah seorang pemuda yang diketahui bernama Ridwan (19) oleh salah satu pengendara motor yang menyenggol Ridwan.
Empat penghuni di rumah H.Odang itu mengalami luka bacok. Korban yakni Awaluddin (4), Ihsan M Baldawi (28), Dadi Rustia (33) dan Sentiani (16). Dua korban yaitu Dadi dan Ihsan saat ini dirawat di RS Hasan Sadikin.
Warga sempat mengepung kampus UIN SGD karena pemuda yang melakukan penyerangan lari ke dalam kampus tersebut. Tak hanya itu, warga merangsek masuk ke dalam kampus dan tawuran tak bisa dihindarkan. Polisi mengamankan tiga pemuda yakni Ismakur (16), Siraj (16) dan Ridwan (19) yang diduga terlibat penyerangan ke rumah H. Odang. (ern/tya)











































