Kronologi Tawuran Pemuda vs Warga Cipadung Bandung

Kronologi Tawuran Pemuda vs Warga Cipadung Bandung

Erna Mardiana - detikNews
Kamis, 06 Jan 2011 09:24 WIB
Kronologi Tawuran Pemuda vs Warga Cipadung Bandung
Bandung - Tawuran warga Cipadung dan puluhan pemuda yang diketahui asal Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan korban luka dari kedua belah pihak. Warga sempat mengepung kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung (UIN SGD), Jalan AH Nasution Kota Bandung, karena pemuda itu masuk kampus.

Berikut kronologi versi polisi yang disampaikan Kapolsek Panyileukan Kompol Komarna.

Rabu (5/1/2011), sekitar pukul 20.00 WIB, seorang pemuda asal NTT bernama Ridwan (19) menyeberang menuju kampus UIN SGD, Jalan AH Nasution, Kota Bandung. Saat bersamaan satu unit sepeda motor yang ditumpangi dua orang datang dari arah Gang Kujang atau sebelah kanan kampus UIN SGD. Motor itu menyenggol Ridwan. Lalu terlibatlah cekcok.

Kepala Ridwan dipukul batu hingga berdarah oleh pengendara motor. Sementara pengendara motor langsung kembali masuk ke Gang Kujang. Ridwan saat itu segera masuk ke kampus UIN SGD. Tak lama kemudian, di dalam kampus itu sudah berkumpul 39 pemuda.

"Kami mendapat informasi dan segera mendatangi kampus tersebut untuk menenangkan agar masalah tak memanjang," jelas Komarna ditemui di kampus UIN SGD, Kamis (6/1/2011) dini hari.

Ada seorang pemuda bernama Bain mencoba memanasi suasana. Ia sempat berkata kalau polisi jangan masuk kampus. Baim diketahui mahasiswa UIN SGD. Tetapi polisi berhasil menenangkan dan meredam suasana. Setelah itu polisi meninggalkan lokasi. Namun sekitar pukul 21.00 WIB, para pemuda itu malah menyerang menyerang rumah milik Haji Odang yang berada di Jalan Kujang, Kampung Cisalatri, RT 1 RW 6, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Para pemuda itu menyerang berbekal batu, kayu dan senjata tajam. Bahkan mereka masuk ke rumah Haji Odang dan merusak sejumlah barang di dalam rumah. Dua kamar di rumah tersebut juga diobrak-abrik. "Satu sepeda motor dan televisi digulingkan oleh para pemuda itu," jelas Komarna.

Kaca rumah dan paviliun di rumah itu hancur berantakan. Selain itu, penyerang membacok empat penghuni rumah yakni Awaluddin (4), Ihsan M Baldawi (28), Dadi Rustia (33) dan Sentiani (16). Dua korban yaitu Dadi dan Ihsan dilarikan ke RS Al-Islam.

Warga yang mengetahui aksi penyerang tersebut tidak menerima dan menyerang balik. Para pemuda yang awalnya beringas itu kabur dan masuk ke kampus UIN SGD. "Ada 39 pemuda yang saat itu kami kumpulkan di kampus," kata Komarna.

Ratusan warga yang murka mengepung UIN SGD. Mereka membawa kayu, bambu, balok dan lainnya. Bahkan, warga sempat melempari batu ke arah para pemuda yang sedang dikumpulkan polisi dari luar kampus. Suasana kian memanas. Sejumlah warga berhasil masuk ke kampus dan mengejar para pemuda itu.

"Kami saat itu sedang menunggu truk untuk mengangkut mereka. Truk belum datang, warga masuk ke dalam kampus," ujar Komarna. Tak ayal, tiga pemuda yakni Ismakur (16), Siraj (16) dan Ridwan (19) babak belur dihajar warga. Sementara pemuda lainnya lari ke arah belakang kampus yang bisa masuk ke permukiman warga. Melihat kondisi seperti itu, polisi sempat memberikan tembakan peringatan.

Suasana pun mereda. Tiga pemuda yang menjadi bulan-bulanan warga diamankan polisi. Kasus ini masih diselidiki pihak kepolisian. Sementara siapa pengendara sepeda motor yang menyenggol Ridwan belum diketahui. (bbp/bbp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads