"Polisi sempat kasih tembakan peringatan. Ada 10 tembakan ke langit," ujar Kiki Baisuki (21), salah seorang saksi mata saat ditemui detikbandung di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, Jalan AH Nasution, Kamis (6/1/2011) dini hari.
Aksi tawuran ini bermula dari penyerangan sekitar 30 orang pemuda yang diketahui berasal dari NTT ke rumah Haji Odang di Jalan Kujang, Kampung Cisalatri, RT 1 RW 6, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemuda yang datang dengan tiba-tiba ini langsung merangsek masuk ke dalam rumah yang saat itu ada empat orang di dalamnya. Mereka pun langsung merusak dan menyabetkan senjata tajam yang mereka bawa ke arah Ihsan Bahdewi (26), Awaludin (4), Dadi (32), dan Siti Konaah Ventiani (17). Akibatnya Awaludin (4) mengalami luka parah di bagian kepalanya sehingga harus mendapatkan 10 jahitan. Β
Melihat aksi brutal para pemuda ini, warga pun balas menyerang. Kalah jumlah dan persenjataan, para pemuda ini lari kocar-kacir ke dalam kampus UIN yang saat itu hanya ada beberapa petugas keamanan. Warga pun mengejar ke arah kampus. Mereka mengepung kampus tersebut. Bahkan beberapa diantaranya melempari kampus dengan batu dan ada pula yang memanjat pagar kampus mengejar para pemuda.
"Warga semakin banyak. Mereka juga ada yang membawa parang, golok, balok dan lain-lain. Ada pula yang melempari batu ke dalam kampus," tutur Kiki.
Saat polisi menembakan tembakan peringatan, warga pun berhamburan membubarkan diri. Di tengah kericuhan tersebut, puluhan pemuda tersebut pun mengambil kesempatan untuk kabur.
(afz/afz)










































