teknis tentang pembuatan Garuda, di pameran ini juga terdapat barang berharga.
Benda tersebut merupakan patung Garuda Sintang dari Kesultanan Sintang, yang sengaja dipinjamkan demi pameran ini. Selama ini, 2 burung Garuda Sintang yang
kini rapuh itu belum pernah sekalipun keluar dari kompleks Kesultanan.
Saat perancangan lambang negara, Sultan Hamid II sebagai Menteri Negara Zonder Porto Folio yang bertugas merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara mencoba mencari berbagai macam Burung Garuda sebagai perbandingan. Salah satu burung yang dijadikan pembanding adalah Garuda Sintang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Patung asli inilah yang dijadikan bahan pembanding untuk pembuatan lambang negara.
"Kami kan bekerjasama dengan Museum Kapuas Raya dan Pemerintah Kabupaten Sintang. Bupatinya berhasil meyakinkan Sultan untuk meyakinkan betapa pentingnya
patung ini dibawa ke Bandung," ujar Isman, Kepala Museum KAA.
Kedua patung tersebut menurut Isman sebelumnya sangat susah dipinjamkan. Bahkan tak pernah keluar dari kesultanan. Dengan menggunakan pembatas kaca, pengunjung pun hanya bisa melihat bentuk dari Garuda Sintang.
Rencananya, patung Garuda Sintang ini akan berada di Bandung sampai dengan tanggal 11 Februari 2011 mendatang. Sementara pameran Sejarah Lambang Negara
akan tetap digelar hingga April.
Dalam pameran ini, selain menampilkan patung dan panel-panel juga terdapat pameran berbagai bentuk Garuda dari berbagai bahan. Begitu juga ada pameran foto yang menampilkan berbagai ekspresi masyarakat menggunakan lambang negara itu.
(tya/ern)










































