Makin Bangga di Dada Mengenal Sang Garuda

Makin Bangga di Dada Mengenal Sang Garuda

- detikNews
Kamis, 30 Des 2010 11:23 WIB
Makin Bangga di Dada Mengenal Sang Garuda
Bandung - Garuda di Dadaku
Garuda Kebanggaanku
Ku yakin, hari ini pasti menang...

Sepenggal lirik milik Band Netral ini menjadi soundtrack laga Timnas di Piala Suzuki AFF. Meski harus menelan pil pahit karena kalah agregat 2-4 di final oleh Malaysia, namun Timnas tetap membanggakan. Para suporter terus menyanyikan lagu Garudaku untuk membakar semangat Tim Merah Putih.

Pertanyaannya adalah, sejauh mana Anda mengenal Burung Garuda sebagai lambang negara kita. Apakah Anda, mengetahui siapa yang merancang dan menciptakan lambang negara dengan gambar Garuda yang gagah itu?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika belum tahu, rasanya Anda harus mengunjungi pameran yang sedang digelar di Museum KAA, Jalan Afrika, hingga 11 Februari 2011. Pameran itu akan mengupas habis soal Garuda.

Pameran yang dibuat di Ruang Oval ini, akan menjelaskan dengen rinci, proses politik dan teknis pembuatan lambang negara Indonesia. Keterangan singkat namun
mudah dimengerti itu tersaji dalam panel-panel.

Pengunjung akan dibawa pada pengalaman bagaimana lambang negara lahir mulai dari penunjukkan Sultan Hamid II sebagai Menteri Negara Zonder Porto Folio yang bertugas merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Panitia Teknis pun dibentuk, beranggotakan M Yamin sebagai Ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka.

Bagaimana awalnya Ki Hajar Dewantoro memberikan ide membuat lambang negara dengan bentuk burung yang kemudian dirancang oleh Sultan Hamid II. Revisi Garuda
pun beberapa kali dilakukan, seperti menghilangkan bagian tangan manusia yang menjadi tangan Garuda sambil memegang perisai.

"Saat itu Moch Natsir protes. Masa burung ada tangannya. Terkesan mitologis dan feodal, sementara ini kan republik," tutur Natsir saat itu seperti yang
diceritakan Isman Pasha, Kepala Museum KAA saat berbincang dengan detikbandung.

Revisi lainnya seperti penyesuaian bulu pada burung agar sama dengan tanggal kemerdekaan, penambahan jambul, hingga cengkraman burung pun dilakukan dalam
revisi-revisi selanjut. Begitu juga penambahan kalimat Bhinneka Tunggal Ika yang diberikan Soekarno. Juga penjelasan filosofis di setiap gambar pada lambang Garuda pun pasti didapatkan pengunjung yang datang. Membuat makin bangga pada Indonesia.

Sebelum Garuda akhirnya dipilih, saat itu 2 rancangan lambang negara yang dipilih yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Hampir saja lambang negara kita bergambar yaitu gambar kerbau, pohon kelapa dan matahari karya M Yamin. Namun karena para anggota DPR tak setuju dan dinilai ada unsur Jepang dengan adanya pancaran sinar-sinar matahari itu, gambar tersebut dikalahkan Sang Garuda.

Pada 11 Februari 1950, rancangan lambang negara yang telah dibuat menteri, diresmikan pemakaiannya dalam sidang kabinet yang dipimpin Perdana Menteri RIS
Moch Hatta.

"Waktu itu Garudanya masih gundul tidak berjambul. Tapi itulah pertama kali lambang negara, Garuda pertama kali resmi dipakai," tuturnya. Hingga akhirnya
Pemerintah mengeluarkan UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang lambang negara, bahasa, bendera, serta lagu kebangsaan.

Isman menuturkan, pameran ini memang terasa begitu pas dengan momen final Indonesia dan Malaysia yang akan kembali betanding di leg kedua, Rabu malam ini.
"Ini sudah program kita, tapi momennya memang pas. Nanti kalau Timnas menang, suporter bola harus ke sini untuk lihat sejarah Garuda bertelor. Jangan malu-maluin ah kalau sampai ngga tau siapa yang membuatnya. " kata Isman.

Ayo, saatnya kenali Garudamu...
(tya/ern)


Berita Terkait