Awalnya, pelaku yakni Toni (31) dan Dodi yang menggunakan satu unit sepeda motor berulah di Simpang Lima (depan Bank Lippo). Toni tanpa sebab mengacungkan parang kepada pengamen yang mangkal di kawasan tersebut.
"Pelaku yang dibonceng turun menghampiri saya seperti mau merampas. Parangnya diayunkan, tapi saya tahan pakai gitar. Dua pelaku itu tidak dikenal," ujar Bagus (28) di Mapolrestabes Bandung.
Aksi pelaku itu memancing emosi pengamen lainnya. Saat bersiap memberi perlawanan, lampu hijau menyala dan pelaku tancap gas ke arah Jalan Sunda. "Teman-teman pengamen terus mengejar pelaku," terang Bagas.
Pelaku panik. Gas makin dipacu kencang karena melihat lampu hijau masih menyala di perempatan Jalan Sunda yang berjarak sekitar 150 meter dari Simpang lima. Namun, lajunya terhambat sepeda motor pria inisial Dinar (24) yang membonceng adiknya, Riyal.
Pelaku yang dibonceng marah dan mengarahkan parang ke kepala Dinar. Mendapat serangan mendadak, Dinar mampu menghindar. Namun hujaman parang malah menyabet mata kiri adiknya tersebut.
Aksi pelaku sempat disaksikan dua Polwan Satlantas Polrestabes, Bripda Nila Christanauli dan Briptu Effa Ferawati, yang sedang bertugas mengatur arus lalu lintas. Keduanya pun bergegas mendekat lokasi kejadian.
"Motor korban dan pelaku terjatuh. Pelaku yang bawa parang lari ke arah Katapang. Sementara pelaku lainnya masih bisa kabur pakai motor," jelas Nila.
Pengamen yang tadi mengejar berteriak maling. Kontan saja, warga sekitar memburu pelaku yang kabur. "Pelaku yang membawa parang dipukuli massa saat di Gang Katapang. Ia sempat sembunyi di WC milik rumah warga," ujar Nila yang turut memburu pelaku.
Pukulan plus tendang mendarat bertubi-tubi ke tubuh Toni hingga tak sadarkan diri dan terpaksa diboyong RS Sartika Asih. Dodi berhasil ditangkap warga di Simpang Lima dan langsung dibawa ke Mapolrestabes Bandung setelah dihujani bogem.
"Anak kecil yang terluka di matanya segera dibawa ke Bandung Eye Center, Jalan Sumatera," ujar Nila.
Riyal terlihat syok. Di lantai tiga tempat pengobatan mata tersebut, Riyal ditemani Dinar dan sang ibunda. Mata kiri Riyal ditutup perban. Kasus ini ditangani Satreskrim Polrestabes Bandung. Barang bukti yang diamankan satu bilah parang dan satu unit
motor milik pelaku.
"Kami sudah meminta keterangan sejumlah saksi. Kasus ini sedang kami kembangkan karena pelaku diduga komplotan jambret," jelas Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Tubagus Ade Hidayat di Mapolrestabes.
(bbn/ern)











































