Makam pendiri utama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI, Soeratin, di Sirnaraga, Bandung, Jabar tak terawat. Makam itu tidak hancur, tapi memang sudah tiga tahun terakhir ini rusak berat.
"Kondisi seperti ini sudah 3 tahun terakhir. Pagar rusak dan makamnya tidak terawat," ujar Eman Suherman (49) salah satu Petugas Pemakaman yang merawat makam Soeratin di TPU Sirnaraga Blok A, Jalan Pajajaran, Bandung, Selasa (28/12/2010).
Eman mengakui kondisi makam Soeratin ini sangat memprihatinkan. Menurut dia, makam seorang tokoh dalam persepakbolaan Indonesia ini sudah tidak pantas untuk dilihat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom, warna pagar yang mengelilingi makam seluas 2 meter x 1,8 meter tersebut sudah tidak tegas. Pagar yang bercat putih itu tampak pudar dan berkarat. Besi-besi pagar tersebut juga sudah keropos.
"Ini kalau dibiarkan terancam ambruk. Selain itu tombak pagar yang copot dan besi-besi pagar sudah mulai keropos," tutur Eman.
Selain pagar, batu nisan di makam Soeratin juga sudah seharusnya diganti. Tidak hanya itu saja, tulisan yang berada di batu nisan juga sudah mulai pudar dan nyaris tidak terlihat. "Ini sudah mulai retak dan rapuh. Harus cepat diganti," ujar Eman.
Di batu nisan tersebut bertuliskan Soeratin Ketua Pertama PSSI. Lahir 17-9-1898 Wafat 1-12-1959.
Sebelumnya, cucu Soeratin mengaku bahwa makam kakeknya di Sirnaraga, Bandung hancur. Perawatan makam itu sudah diserahkan ke PSSI. Namun, menurut Wuly, tidak ada perhatian dari PSSI untuk merawat makam tersebut.
(avi/asy)











































