Aksi Seniman 'Dance on Earth' di Kampus UPI Hipnotis Penonton

Aksi Seniman 'Dance on Earth' di Kampus UPI Hipnotis Penonton

- detikNews
Rabu, 22 Des 2010 14:12 WIB
Aksi Seniman Dance on Earth di Kampus UPI Hipnotis Penonton
Bandung - Himpunan Mahasiswa Seni Rupa (HIMASRA) UPI menggelar festival seni bertajuk 'Dance on Earth, a Performance Art Festival' Selasa (21/12/2010). Lebih dari 25 seniman menampilkan aksi spektakulernya yang selalu disambut dengan decak kagum serta riuhnya tepukan tangan dari para penonton.

Salah satu aksi yang membuat penonton terpukau adalah aksi Buyung Mentari. Ia rela tubuhnya ditusuki 17 jarum dilengkapi dengan stereofoam berukuran A4 yang digantungkan pada tali rafia. Penonton yang memadati pelataran parkir UPI ini pun tampak ngilu melihat aksi Buyung. Namun banyak juga yang mendekat untuk mengabadikan momen yang menakjubkan itu.

Berbagai tulisan dalam stereofoam yang melekat di tubuh seniman yang juga pemain teater tersebut berisikan protes tentang rusaknya bumi pertiwi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak kalah seru, sebuah pertunjukan solo dance exhibition bertema 'Transgender on earth' ditampilkan dengan sangat menghibur oleh Iman Budi Susu. Diawali dengan sosok lelaki kekar mengenakan jaket dan celana panjang hitam lengkap dengan kacamata hitam, dengan lenturnya ia menari diiringi musik sebagai backsound.

Sesaat kemudian, Iman berbalik badan dan music terhenti sejenak. Ia pun melepaskan jaket hitamnya. Yang membuat begitu mengejutkan ialah ia hanya menggunakan pakaian dalam berwarna merah jambu. Sesosok lelaki macho tadi pun seakan hilang seketika dan bertransformasi menjadi seorang wanita genit dengan pakaian dalam dan ikat kepala merah jambu serta bibir yang merah merona.

"We want more..we want more," seru para penonton diiringi tepukan tangan yang tidak ada hentinya.

Meski hujan sempat mengguyur di tengah acara, antusias penonton tidak berkurang. Semakin sore justru para mahasiswa  semakin berdatangan. Dance on Earth ini juga diramaikan oleh penampilan lainnya seperti Mi-Ink, Moko, Hery Santosa, Serdut, Tai Kotok, Rudi ST Dharma dan masih banyak lagi.

Penonton yang hadir tidak dipungut biaya alias Cuma-Cuma. Acara dimulai sejak pukul 09.30 sampai dengan malam hari. Hampir di setiap penampilan, penonton selalu ingin melihat dari dekat sangking antusiasnya. Maka, tidak heran jika aksi dari para seniman yang berunjuk gigi sangatlah interaktif.

"Performing Arts dalam kata dance pada Dance on Earth ini berarti gabungan dari music, gerakan dan teatrikal. Sedangankan earth sendiri diangkat karena banyaknya bencana alam yang akhir-akhir ini melanda Indonesia,"jelas Harry Atmami, panitia Dance on Earth ketika berbincang dengan detikbandung di sela acara.

(avi/avi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini