"Lupa berapa kali. Kalau enggak salah 28 atau 29 kali," ungkap YY sambil tertunduk, saat ditemui di Mapolres Bandung, Selasa (21/12/2010).
Ia mengaku bergabung belakangan dibanding rekan-rekannya yang lain, sekitar dua bulan ke belakang karena alasan kebutuhan ekonomi. Sementara, kelompok kalong sudah beraksi tiga bulan di Jabar dengan 35 lokasi perampokan. Waktu itu, ia diajak salah seorang rekannya di kelompok tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksinya, ia kebagian merampas uang di tempatnya merampok. Sementara rekannya yang lain ada yang menodongkan pistol mainan dan berjaga di dalam mobil.
Sekali beraksi, ia mengaku kebagian Rp 200-300 ribu. Uang itu pun digunakan untuk keperluan sehari-hari keluarganya yang tinggal di Cianjur.
"Paling kebagian Rp 200-300 ribu, itu juga buat biaya sehari-hari keluarga di Cianjur. Pas beraksi, saya kebagian yang ngambil uang di laci," terangnya.
Dalam melakukan aksi, kata YY, biasanya tidak direncanakan secara detail. Kelompok kalong hanya berkumpul di markasnya di sekitar Terminal Leuwipanjang, kemudian berangkat ke daerah sasaran.
"Biasanya spontan aja merampok tempat yang ketemu di jalan," ujarnya. Kini YY hanya bisa meratapi nasibnya di jeruji besi, apalagi kaki kirinya masih dibalut perban akibat luka tembak dari polisi. Ia mencoba melarikan diri dari kejaran petugas saat akan beraksi di kawasan Cileunyi, Sabtu (18/12/2010).
(ors/ern)










































