"Inggit bukan milik keluarga saja. Tapi sudah milik bangsa Indonesia, terutama warga Jabar. Maka itu, kami meminta Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar untuk peduli," ungkap Kemal Asamara Hadi (62), salah satu cucu Inggit, saat dihubungi detikbandung via ponsel, Jumat (17/12/2010).
Kondisi cungkup atau bangunan beratap di atas makam milik Inggit sangat memprihatinkan. Saat ini enam tiang kayu penyangga atap bangunan di makam itu miring sekitar 20 derajat. Cungkup tersebut terpasang sejak Inggit dikebumikan pada 13 April 1984 di TPU Babakan Ciparay, Kota Bandung.
"Kami sudah maklum dengan kondisi bangunan tersebut. Selama ini keluarga tetap mengumpulkan rezeki sesuai kemampuan untuk memperbaikinya. Tetapi kami ini dari kalangan pas-pasan," terang Kemal.
Kemal mengaku belum mengabarakan kondisi terakhir cangkup di makam Inggit kepada pemerintah dan pihak terkait. Ia dan keluarganya enggan mengemis untuk berharap bantuan dari pemerintah.
"Yang kami harapkan ialah perhatian dari Pemkot Bandung dan Pemrov Jabar. Setidaknya ada alokasi dana pemeliharan untuk makam Inggit," ungkap Kemal.
(bbp/tya)











































