"Empat bulan lalu saya mengetahui kalau kayu penyangga bangunan tambah miring. Sejak dua tahun lalu juga memang sudah terlihat kondisinya memprihatinkan," ujar Kemal Asamara Hadi (62), salah satu cucu Inggit, saat dihubungi detikbandung via ponsel, Jumat (17/12/2010).
Inggit dimakamkan di TPU Babakan Ciparay atau tepatnya belakang Pasar Caringin, Kota Bandung, pada 13 April 1984. Sejak saat itu enam kayu penyangga cangkup belum pernah diganti atau direnovasi.
"Itu bangunan lama. Hingga kini kayu, genteng dan kaso-kaso masih yang dulu. Jadi belum pernah diganti. Kami sangat prihatin," jelas Kemal.
Area makam itu berada di tanah seluas 9 meter x 10 meter. Saat ini enam tiang penyangga atap bangunan di makam itu miring sekitar 20 derajat.
(bbp/tya)











































