Danlanud Husein: Pesawat Rusak di Bagian Roda Depan

Sriwijaya Air Pecah Ban

Danlanud Husein: Pesawat Rusak di Bagian Roda Depan

- detikNews
Selasa, 14 Des 2010 14:50 WIB
Bandung - Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Asep Adang Supriyadi membenarkan terjadi kendala saat pendaratan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan PK 263. Menurutnya terjadi kerusakan di noose wheele (roda depan). Beruntung 121 penumpang rute Surabaya-Bandung itu selamat.

"Tadi penumpang kita jemput pakai bus AU. Pesawat berhenti di titik sekitar 1.800 meter," jelas Asep di Lanud Husein, Selasa (14/12/2010).

Pesawat, dituturkan Asep mengalami sedikit kendala di bagian roda depan. "Jadi ada kerusakan di noose wheele (roda depan). Kita minta berhenti dan matikan mesin. Lalu pesawat kita tarik ke tempat parkirnya untuk diperbaiki. Semua itu memakan waktu sekitar 50 menit. Dan untungnya, saat berhenti di landasan dan ditarik, tidak ada pesawat lain yang akan mendarat," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara pihak Sriwijaya hingga saat ini belum berhasil dimintai konfirmasi.

Batal Menengok
Themi Permadi (50) terpaksa membatalkan niatnya menengok anak-anaknya yang kuliah di Surabaya akibat kejadian pecah ban pesawat Sriwijaya. Ia dan isterinya
itu memilih men-cancel keberangkatannya daripada tak mendapat kejelasan jadwal.

"Saya sama isteri ini mau nengok anak-anak di Surabaya. Tapi pesawatnya delay. Jam 2 berangkat juga belum jelas. Jadi saya cancel saja. Berangkat besok
saja," katanya kepada wartawan di Bandara Husein Sastranegara, Jalan Pajajaran.

Ia menuturkan, informasi yang didapatkan dari Sriwijaya hanya keterangan bahwa pesawat mengalami pecah ban sehingga harus ada perbaikan. "Mereka cuma bilang pecah ban saja," tutur warga Margahayu itu.

Ia menuturkan, saat kejadian ia sudah chek in dan berada di dalam bandara. Pesawat Sriwijaya itu Themi katakan landing di ujung landasan barat."Landingnya sih kelihatannya normal. Tapi pesawatnya berhenti di ujung landasan. Penumpangnya dijemput pakai bus," katanya.
(tya/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini