"Karena kami saat ini tak boleh berdagang di gedung lama, karena takut ambruk. Nah saat ini pedagang dan pekerjanya tak ada aktivitas sama sekali. Kami kehilangan mata pencaharian," katanya.
Menurutnya di Pasar Andir, ada sekitar 1.400 pedagang. Sementara pekerjanya diperkirakan hampir mencapai tiga ribu, dengan asumsi satu pedagang mempunyai dua pekerja. "Mayoritas pedagang merupakan warga Bandung," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aktivitas pedagang mati total. Kami minta dewan untuk mendesak instansi terkait agar segera membangun tempat penampungan dagang sementara di Jalan Waringin, yang tak jauh dari lokasi lama," tegasnya.
(ern/ern)










































