Dua poster bergambar Ariel, Luna Maya dan Cut Tari yang dibawa pedemo dari berbagai kelompok massa, disimpan di tengah jalan raya depan PN Bandung, Jalan Martadinata. Foto sengaja ditaruh sehingga terlindas ban kendaaraan yang melintas di jalan tersebut.
Poster ukuran kecil itu masing-masing bergambar wajah Ariel dan Luna Maya yang terpampang tulisan 'Pengadilan Jangan Mau Diintervensi Pihak Manapun', serta poster bergambar wajah Ariel, Luna Maya dan Cut Tari yang bertulis 'Stop Pornografi Stop HIV. Hukum Berat Luna, Ariel, Tari'. Pada Kedua poster itu milik LSM Hajar Indonesia.
"Gilas saja. Gilas," ujar salah seorang pedmo yang memakai atribut putih-putih dan memakai peci. Mobil dan motor yang lewat pun tak bisa menghindar dan terpaksa menggilas poster tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada toleransi lagi buat Ariel. Kami berharap jaksa dan hakim memberikan hukuman seberat-beratnya buat Ariel," jelas Wakil Ketua PW Garis Jabar, Herman, saat ditemui di lokasi demo.
Herman menegaskan, bila Ariel dihukum ringan maka akan berdampak pada generasi muda Indonesia. Sosok Ariel sebagai publik figur dan idola, kata dia, tentu saja mempengaruhi perilaku penggemarnya.
"Kami akan terus datang setiap persidangan Ariel digelar di PN Bandung. Tujuan kami akan terus sama yakni meminta Ariel dihukum berat," jelasnya.
Pantauan detikbandung, di Jalan Martadinata arus lalu lintas tidak tersendat. Kedua arah pun tidak ditutup.
(bbp/ern)











































