Korban meninggal dalam perjalanan saat dibawa mandornya ke RS Pindad. Ia masuk ke UGD RS Pindad sekitar pukul 21.40 WIB. Setelah diperiksa, korban dinyatakan sudah meninggal sebelum tiba di rumah sakit.
Informasi yang dihimpun detikbandung, korban meninggal karena mengalami beberapa luka di bagian tubuhnya seperti pergelangan tangan kiri, dagu, serta bagian mulut. Hal itu akibat ia jatuh dari ketinggian saat mengerjakan proyek pembangunan.
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah korban sempat dimandikan dan dikafani. Jenazah korban saat ini sudah dikirim ke kampung halamannya.
Hal itu dikatakan Kapolsektabes Lengkong AKP Philemon Ginting saat ditemui wartawan di Mapolsektabes Lengkong, Jalan Buah Batu, Minggu (12/12/2010).
"Ya, benar. Memang ada pekerja proyek yang jatuh dan meninggal," katanya.
Dijelaskan Philemon, tewasnya pekerja proyek itu baru diketahui jajarannya dini hari tadi, sekitar pukul 00.15 WIB. Saat itu, jenazah sudah berada di RS Pindad, dikafani, dan siap dikirim ke kampung halamannya.
"Kami baru tahu beberapa jam kemudian. Setelah tahu, kami langsung lakukan visum di RS Sartika Asih hingga pukul 04.50 WIB," jelasnya.
Polisi juga sudah memeriksa TKP dan meminta keterangan dari empat saksi yang semuanya pekerja proyek. Selain itu, polisi pun meminta keterangan dari developer PT Total Bangun Persada dan Jamsostek. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
(ors/tya)










































