"Kalau di Yogyakarta kan ada Malioboro. Nah, kita ingin Monju ini bisa dimanfaatkan jadi seperti Malioboronya Jabar," ujar Dede saat ditemui dalam acara Kreasi Seni Unggulan Jabar di Monumen perjuangan Jawa Barat, Jalan Dipati Ukur, Minggu (12/12/2010).
Menurut Dede Malioboro yang jadi pusat jajanan khas Yogyajarata, fashion dan berbagai kegiatan lain bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. Ia pun berharap sarana yang ada di Monju bisa dimanfaatkan dengan baik, khususnya oleh pengusaha.
"Ini semua kita siapkan untuk para pengusaha juga. Tapi nanti yang dijual harus punya nuansa budaya. Silahkan manfaatkan ini untuk hal-hal kreatif. Daripada area ini dimanfaatkan untuk hal yang tidak jelas," katanya.
Pemprov Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berencana menggelar kegiatan seni dan budaya setiap sebulan sekali di Gungboo. Mereka akan berupaya menggandeng perusahaan dan BUMN untuk mensponsori kegiatan di Monju.
Sementara sebanyak 26 saung berbahan bambu dan bilik yang dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma oleh masyarakat yang ingin menjual hasil kreasinya. Dengan syarat, produk yang dijual harus mengandung unsur seni dan budaya khas Jabar seperti kerajinan, kuliner dan kain-kainan seperti batik.
(tya/tya)










































