"Kerugian ditaksir sekitar Rp 50 miliar sampai Rp 60 miliar. Karena produk yang dijual di lantai 1 rata-rata barang fashion seperti pakaian yang nilai total barang di setiap kios sampai puluhan jutaan," ujar Koordinator Pedagang Pasar Andir Ade Sukirman saat ditemui di dekat lokasi kebakaran di Pasar Andir, Jalan Waringin, Kamis (9/12/2010).
Salah seorang pemilik kios, Wawan (29) misalnya, ia memperkirakan mengalami kerugian hingga mencapai Rp 2 miliar. Karena ia dan keluarganya total memiliki 20 kios di gedung tersebut.
"Saya dan keluarga punya kios di Andir total 20 kios. Semuanya jualan pakaian. Akibat kebakaran ini kerugian yang ditanggung enggak lagi jutaan, tapi sudah miliaran. Bisa sampai Rp 2 miliar kalau ditotal dari 20 kios milik saya dan keluarga," kata Wawan di temui di lokasi yang sama.
Wawan menuturkan, ia kali pertama mengetahui kebakaran sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. "Saya ditelepon jam 1, katanya ada kebakaran. Pas saya kesini api sudah besar tapi belum sampai ke kios saya," paparnya.
Kios milik Wawan dan keluarganya berada di blok D, sementara api saat itu baru ada di blok C. Namun karena tidak boleh masuk oleh petugas, Wawan pun tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya.
"Padahal semalam kios masih selamat, tapi sekarang sih ya udah kebakar. Semalem enggak boleh masuk jadi barang enggak selamat," katanya.
Ia pun nekat menyelamatkan barang dari kiosnya pada pagi hari. "Cuma bisa nyelamatin barang 1 mobil saja, itu dari 1 kios," tuturnya. Ia pun mengaku tak ikut asuransi untuk mengamankan aset-asetnya.
(tya/avi)











































