Jika biasanya mereka menggunakan benang jenis acrylic polyester, saat ini disarankan untuk mengganti benang dengan benang PE atau taliktik. Meski menurut Nana, benang PE warnanya tidak secerah benang acrylic.
Selain itu mesin yang dipergunakan juga berbeda dengan mesin untuk benang acrylic.
"Kalau mesin yang sekarang mayoritas untuk benang acrylic," ujar Nana usai menghadiri acara dialog menyikapi kenaikan bahan baku benang di Gedung Yayasan Nur Ummat, Jalan Binong Jati, Kota Bandung, Rabu (8/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan hanya mengandalkan produksi massal saja. Selain itu juga bisa memadukan benang talitik dengan tenun, yang nantinya bisa bikin jeans atau katun," saran Nana.
Ditemui di tempat yang sama Sekretaris Paguyuban Rajut Muda Bandung, Asep Suherman, menyarakan agar para perajin bisa bekerja sama dengan pabrik benang untuk mendapat harga yang lebih murah.
"Biasanya pembelian benang dari distributor. Saya berharap perajin bisa kerjasama dengan pabrik benang. Jadi bisa langsung dipasok bahan baku dari pabrik," ujar Asep.
(avi/ern)











































