"Mayoritas para PKL yang dipulangkan itu asal Garut. Mereka diangkut menggunakan 27 truk. Hanya 10 persen asal Bandung," ujar Kasi Penertiban Pol PP Kota Bandung Deden Rukmana, kepada detikbandung di Taman Alun-alun, Senin (6/12/2010).
Lebih lanjut terang Deden, sebanyak 304 roda yang biasa digunakan oleh pedagang juga ikut dibawa ke dalam truk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dede, PKL tersebut dikembalikan ke kota asalnya agar penataan di kawasan alun-alun lebih tertib dan tidak semrawut. Para eks PKL tersebut menyambut baik dan mendukung Pemkot Bandung dalam program K3.
Deden menegaskan, pihaknya akan terus mengawasi kawasan alun-alun dari kehadiran PKL maupun pedagang asongan. "Kami juga melarang pedagang asongan berada di area taman alun-alun. Kalaupun masih ada asongan yang menjajakan jualannya, akan kami tertibkan," tegas Deden.
Pantauan detikbandung, kawasan alun-alun yang biasa dipenuhi para pedagang tidak terlihat lagi. Baik di pinggir taman, maupun di dalam kawasan taman alun-alun. Sejumlah warga pun menyambut baik dengan penataan kawasan alun-alun.
"Kalau pedagang sudah tidak ada di sini keliatan tidak semrawut. Selain itu juga membuat para warga yang ke alun-alun jadi nyaman," ujar Dedi (32) warga Kopo.
Hal senada diungkapkan Yusuf Afandi (28), menurutnya sikap yang diambil oleh Pemkot Bandung ini merupakan langkah yang bagus.
"Saya berharap tidak muncul lagi setelah mereka dipulangkan," ujar Yusuf.
(avi/ern)











































