6 Rumah di Jalan Baladewa Tergerus Banjir Bandang

6 Rumah di Jalan Baladewa Tergerus Banjir Bandang

- detikNews
Sabtu, 04 Des 2010 19:36 WIB
Bandung - Sebanyak 6 rumah tergerus banjir dan 200 kepala keluarga terendam banjir di Jalan Baldewa RT 1, 2, dan 3 RW 7 Kel Pajajaran Kec Cicendo. Hal itu disebabkan banjir bandang yang melanda wilayah mereka pukul 14.30 WIB, Sabtu (4/12/2010). Selama 30 menit, air dari sungai citepus meluap dan menggenangi rumah warga hingga 2,5 meter.

Ketua RT 1 Ujang Suherman (56) mengatakan, daerah tersebut memang langganan banjir. Namun kejadian banjir bandang hingga menggenangi rumah mereka baru terjadi kali ini.

"Biasanya air surutnya cepat. Tidak sampai merendam selama ini," ujar Ujang di lokasi kejadian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu menurut Ujang, ada di antara warga yang menyalahkan kejadian banjir ini akibat gorong-gorong yang dipersempit karena pembangunan jalan yang amblas di Jalan Pajajaran, Jumat (26/11/2010) lalu.

"Ini sudah jelas karena adanya jembatan baru. Gorong-gorongnya dipersempit. Aliran air dipersempit sehingga debit air yg besar tak bisa mengalir seluruhnya. Malah balik lagi dan menggenangi rumah warga," ujar Ujang.

Menurut ujang 6 rumah yang rusak akibat tergerus air tersebut kebanyakan rumah yang berada di pinggir aliran Sungai Citepus. "Itu memang yang berbatasan langsung dengan sungai. Kedalaman sungai 6 meter dan tinggi luapan air mencapai 2,5 meter," jelasnya.

Ditemui di tempat yang sama, Sopian, salah satu pemilik rumah yang tergerus air mengaku sudah 25 tahun tinggal di lokasi tersebut. Namun baru pertama kali mengalami banjir bandang ini.

"Memang biasanya banjir, tapi enggak sampai separah ini," ujar Sopian.

Ia memprediksi mebgalami kerugian Rp 25 juta akibat kejadian ini. "Kontrakan saya di belakang habis semua," tuturnya.

Sementara itu Oman Suryaman Ketua RW 7 mengatakan 2 bulan lalu pihaknya meminta Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung untuk membuka saluran air yang menuju ke PT DI. Saluran tersebut ditutup oleh PT DI.

"Dua bulan lalu saya sudah minta Dinas Bina Marga untuk membuka saluran air menuju arah Bandara Husein. Tapip sampai sekarang belum merespon," ujar Oman.

Dengan dibukanya saluran air menuju Bandara Husein akan mengurangi debit air yang Sungai Citepus yang melewati daerah mereka.

Pantauan detikbandung, saat ini kondisi air sudah surut. Lumpur tampak memenuhi rumah warga. Mereka pun membersihkan rumah dengan air.

(avi/avi)


Berita Terkait