Harga gula dan beras di 34 pasar tradisional di Kota Bandung mengalami lonjakan. Kenaikan harga gula putih dan merah sudah berlangsung sejak seminggu lalu. Sementara harga berasa beragam jenis sudah meroket hampir sebulan.
Humas Persatuan Pedagang Pasar dan Warung Tradisonal (Pesat) Jabar, Yoyo Sutarya mengatakan, gula putih mengalami kenaikan sebanyak dua kali dalam satu minggu terakhir. Semula harga gula putih Rp 11 ribu per kilogram, kemudian naik menjadi Rp 14 ribu per kilogram.
"Kalau sekarang harga gula putih yang dijual di pasaran mencapai 16 ribu rupiah per kilogram," jelas Yoyo saat dihubungi detikbandung via ponsel, Jumat (3/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, kedua jenis gula itu berasal dari Cirebon, Majalengka, Tasikmalaya, Banjar dan daerah di Jawa Tengah. Per harinya, kebutuhan masing-masing dua jenis gula itu untuk 34 pasar tradisional di Bandung mencapai sekitar 350 ton.
Sementara itu, kata Yoyo, kenaikan harga beras di pasar-pasar tradisonal sudah sejak sebulan lalu dirasakan. Beras kualitas biasa dijual saat ini Rp 6 ribu per kilogram, untuk beras sedang mulai Rp 8 hingga 9 ribu per kilogram. Sementara beras kualitas bagus bisa mencapi Rp 9 hingga 10 ribu rupiah per kilogram.
"Dari harga semula, kenaikan beras ini rata-rata naiknya sekitar 2 hingga 3 ribu rupiah saja," papar Yoyo.
Menurut dia, hal paling mempengaruhi kenaikan gula dan beras ini ialah faktor cuaca yang saat ini sering hujan. Ia berharap, pemerintah dan pihak terkait untuk terjun langsung ke pasar-pasar untuk melakukan pemantauan serta operasi pasar.
"Yang mengeluhkan harga gula naik itu ialah para pedagang. Ya, seperti pedagang cendol atau pedagang yang membuat makanan ringan dari bahan gula. Kami pun sebagai pedagang berharap harga gula dan beras ini bisa kembali terjangkau semua kalangan konsumen," tutup Yoyo.
(bbp/avi)











































