"Satu sekolah diliburkan untuk datang kesini. Termasuk guru-guru dan kepala sekolah juga datang," kata Iis (35) salah satu orang tua murid yang ditemui di rumah korban.
Para pelayat sangat kehilangan atas kepergian Hafid yang tiba-tiba. Mereka tidak menyangka kejadian nahas memisahkan tali kasih di antara mereka. Kabar nahas itu tersebar di kalangan sekolah sejak subuh tadi dari sesama murid Ar Rahman yang kebetulan tetangga Hafid.
Hafid terdaftar sebagai murid atau santri dengan giliran masuk pukul 07.30-10.30 WIB. "Sudah dari subuh terima sms, lalu saling ngasih tau ke sesama orang tua murid," katanya.
Selain Hafid, Iis pun sangat kehilangan sosok Iip Sarifah. "Setiap hari ibu Iip selalu mengantar dan menunggui Hafid di sekolah," katanya.
Anak-anak berpakaian seragam hijau kotak-kotak itu terlihat belum mengerti teman mereka telah meninggal dunia akibat diterjang longsor. Tak ada tangis terdengar dari kerumunan santri itu meski sudah ada yang menjelaskan Hafid telah tiada.
"Pas saya bilang kalau Hafid meninggal, anak saya bilang enggak kok kemarin juga ada di sekolah. Ya mungkin belum mengerti," kara Iis menuturkan anaknya, Andhika (5).
Hafid tewas bersama kedua orang tuanya Rohendi (37) dan Iip Sarifah (37) setelah tertimpa tembok yang roboh diterjang longsor,Senin (29/11/2010) malam kemarin.
(tya/ern)











































