"Jangan serampangan lah. Kita harus rumuskan dulu penyelesaiannya (geng motor) seperti apa," ujar Heryawan, saat ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Selasa (23/11/2010).
Dalam waktu dekat, kata Heryawan, pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi dengan Polda Jabar untuk merumuskan penanganan bagi geng motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak semua geng motor atau yang suka motor-motoran nakal kan. Itu kan hanya sebagian. Banyak klub motor di IMI, tapi karena tidak nakal, tidak muncul namanya ke permukaan," katanya.
Sikap yang akan diambil, sambung dia, tergantung dari hasil kesepakatan bersama. Sebab, harus ada kajian bersama untuk melihat sisi baik dan buruk adanya geng motor.
"Harus ada masukan dulu, dirumuskan, dipikirkan dampak positif negatifnya apa, baru kemudian jadi keputusan bersama. Kita tidak mungkin ngomong spontanitas (pembubaran-red) tanpa ada kajian bersama," jelasnya.
(ors/avi)











































