Sejak usia 7 tahun, kebebasan Triyadi terenggut. Sehari-hari, ia hanya dikurung oleh keluarganya di sebuah ruangan seluas 3x6 meter persegi.
Triyadi datang ke RSHS diantar oleh Petugas Puskesmas Cihampelas, perwakilan Pemerintahan Desa, perwakilan Pekerja Sosial Masyarakat(PSM) Desa Cihampelas, dan 3 orang anggota keluarganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak itu Triyadi tidak bisa hidup normal seperti anak seusianya. Ia sering berlari ke sana kemari. Triyadi juga tidak bisa bicara seperti anak normal sejak usia dua tahun," ujar Ai.
Sementara itu, Siti Nurhayati (39) saudara Triyadi, saat ini keponakannya itu hanya diperiksa kondisi fisik dan mentalnya saja. Triyadi pun langsung dibawa pulang setelah proses pemeriksaan selesai.
"Sekarang mau diperiksa dulu. Tapi hari ini Triyadi langsung dibawa pulang, sekarang cuma diperiksa fisik dan mental," kata Siti.
Triyadi dibawa ke Klinik Balita dan Tumbuh Kembang Anak. Triyadi datang memakai kaos setelan berwarna kuning. Sementara saat ia berjalan, ia harus dipapah oleh dua orang.
Biaya perawatan Triyadi sendiri ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bandung, karena Triyadi masuk ke dalam golongan pasien Gakin.
(avi/ern)










































