Wakil Ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaikhu menyatakan penanganan musibah ini akan memakan waktu yang panjang, maka rotasi penugasan personal akan dilakukan secara berkala. Gelombang pertama ini menyusul keberangkatan Tim Advance yang sudah diberangkatkan pekan lalu. Mereka akan bertugas selama satu hingga dua pekan dan akan alih tugas dengan gelombang kedua dan seterusnya.
"Dengan adanya kesinambungan tugas, mudah-mudahan penanganan musibah akan ada progres yang lebih baik", ujarnya dalam rilis yang diterima detikbandung, Sabtu (20/11/2010).
Sementara itu menurut salah satu koordinator relawan Yadi Frans, para relawan akan bertugas di wilayah Magelang dan sekitarnya. Selama di lokasi bencana mereka akan melakukan pekerjaan meliputi memperbaiki infrastruktur, sarana ibadah dan sekolah, rumahΒ warga, dan pembinaan mental bagi para korban.
Lebih lanjut Yadi menambahkan Posko PKS Jabar juga memberikan bantuan yang dihimpun dari masyarakat, kader dan simpatisan berupa beras 2 ton dan sarden 300 kaleng. Selain itu juga disiapkan dua set dapur umum dengan kapasitas sekitar seribu orang per hari.
PKS Jabar juga melakukan penggalangan dana bantuan bagi para korban bencana di tanah air. Sampai saat ini total dana yang telah dihimpun dari gerakan infak minimal sepuluh ribu per orang telah terkumpul Rp 120 juta.
Penggalangan dana sampai sekarang masih dilakukan di 26 DPD PKS di kota dan kabupaten se Jawa Barat. PKS Jabar mengimbau bagi kader, simpatisan dan masyarakat umum untuk membantu para korban bencana dengan penggalangan dana minimal Rp 10 ribu per orang. Sumbangan bisa dititipkan melalui DPD PKS di kota dan kabupaten masing-masing.
(ern/ern)











































