Petir yang menyambar Sri Mayati (38) terlebih dahulu mengenai pohon Huni, yang lokasinya tepat di tempat berjualan ibu lima anak itu. Bahkan, petir itu menimbulkan percikan api yang mengenai puncak batang pohon.
"Api keluar dan percikannya mengenai terpal tempat korban berjualan hingga bolong," ujar salah satu warga, Cucu (38), saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (18/11/2010).
Cucu mengatakan, petir sempat terdengar tiga kali. Petir yang ketiga itu menurutnya langsung membuat korban terkapar. "Saat posisi jatuh, percikan api itu mengenai bagian pantat korban hingga mengakibatkan luka bakar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petir itu mengenai bagian dada korban. Korban sempat dibawa ke RS Rajawali, tetapi kondisinya sudah meninggal dunia," jelas Eko saat dihubungi wartawan via ponsel.
Eko menambahkan, kejadian yang menewaskan penjual gorengan itu murni kecelakaan.
(bbp/ern)










































