Sekretaris Distam Bandung Arief Prasetya mengatakan kebijakan itu tujuannya untuk melakukan perawatan dan memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung. Pada 30 November ini, Distam akan bertemu dengan komunitas pengguna Taman Tegallega dan juga PKL.
"Setelah tanggal itu kita akan memasang spanduk berisi imbauan larangan menjual di dalam taman," katanya ditemui di ruang kerjanya, Jalan Seram, Kamis (18/11/2010).
Menurut dia, setiap hari Taman Tegallega selalu dipenuhi puluhan PKL. Setiap weekend, jumlahnya bisa berlipat-lipat hingga mencapai ribuan. "Kalau hari biasa puluhan, minggu bisa ribuan," kata Arief.
Arief mengaku banyak masukan dari warga yang meminta taman Tegalega bebas dari PKL. Sebab, PKL dinilai membuat taman kumuh.
(ern/ern)











































