Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan pembangunan TPPSA Legok Nangka dibutuhkan dana Rp 1 triliun.
"Untuk masalah sampah ini kita tidak diam. Mudah-mudahan 2012 kita punya tempat yang baik. Kita sudah beli lahan puluhan hektar di sana (Legok Nangka - red)," ungkapnya kepada wartawan usai mengikuti Shalat Idul Adha, di Lapangan Gasibu, Rabu (17/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsepnya sudah ada 35 dari para investor, ada yang jadi listrik, kompos, dan lain-lain. Mudah-mudahan sudah bisa dilakukan tender dan pembangunan. Mudah-mudahan 2012 selesai," terangnya.
Menurut Heryawan, untuk pembangunan TPPSA Legok Nangka, Pemprov Jabar dibantu Bappenas. "Tendernya harus istimewa, internasional, karena investornya dari luar. Soalnya untuk mengolah sampah, rata-rata di kita belum menguasai teknologinya. Makanya ketika tender harus dibimbing Bappenas karena terkait tender dengan pihak luar negeri," jelasnya.
"Untuk masalah sampah ini kita tidak diam. Mudah-mudahan 2012 kita punya tempat yang baik. Kita sudah beli lahan puluhan hektar di sana (Legok Nangka - red)," ungkapnya.
Dana yang dibutuhkan, kata Heryawan, bisa dikatakan cukup tinggi. Sebab ada fasilitas yang harus dibangun seperti jalan menuju Legok Nangka dan instalasi pengolah sampahnya.
Lebih lanjut Heryawan mengatakan sampah adalah masalah bersama. Ia meminta setiap kabupaten dan kota memikirkan solusi mengatasi persoalan sampah.
"Sampah itu masalah kita bersama. Untuk hal seperti ini (sampah - red), siapa saja duluan, kita berlomba," kata Heryawan.
Pemkot Bandung misalnya, sudah berencana membangun PLTSa. Sementara di Kota Cimahi, ada wacana di mana TPA Leuwigajah akan kembali diaktifkan.
"Kalau misalkan Kota Bandung dengan PLTSa lebih dulu (selesai), alhamdulillah, termasuk kota atau kabupaten lain. Tapi yang jelas, kita tidak diam karena terus mengupayakan pengolahan sampah ini," tuturnya.
(ors/ern)










































