Sekitar pukul 12.00 WIB, mnereka berjalan mundur mulai dari Jalan Wastukencana hingga Jalan Aceh. Sebelumnya, mereka akan masuk melalui gerbang di Balai Kota di Jalan Wastukencana, namun ditutup.
Sambil berjalan mundur, massa membawa dua buah spanduk yang isinya 'PLTSa harga mati' dan 'Wujudkan visi Bandung, percepat payung hukum PLTSa, Cepat bangun PLTSa'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa pun menyanyikan lagu 'Halo-halo Bandung' namun liriknya diubah di bagian akhir menjadi 'Sekarang sudah menjadi lautan sampah, mari bung rebut kembali'.
Maulana menyatakan perjanjian pemakaian TPA Sari Mukti akan berakhir pada awal 2011 nanti. Karena itu Pemkot Bandung harus segera mengambil langkah untuk mengatasinya. "Cepat buat lima payung hukum pembangunan PLTSa. Selama ini pemkot dan dewan hanya bicara saja tanpa ada langkah kongkrit," protesnya.
Akhirnya sekitar pukul 12.50 WIB, massa meninggalkan gedung dewan. Namun sebelumnya massa membawa sekarung sampah dan beberapa kantong kresek besar yang juga berisi sampah. Massa menggeletakannya begitu saja tepat di depan pintu masuk gedung. Sampah berupa plastik, botol, bungkus nasi pun berserakan.
"Biar merasakan apa yang dirasa warga sekitar TPA Sarimukti yang lingkungannya bau karena sampah," ujar Maulana.
(tya/ern)










































