"Hewan kurban yang tersebar di 26 kota dan kabupaten di Jabar bebas antrax. Selama tim pemeriksa kesehatan rutin memberi vaksinasi kepada hewan," jelas Koesmayadi usai melepas tim perwakilan pemeriksa kesehatan hewan kurban di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Sabtu (13/11/2010).
Ia menuturkan, sejumlah daerah di Jabar antara lain Bogor dan Depok dikenal sebagai wilayah endemis antrax. Namun dalam setahun terakhir, kata Koesmayadi, status di wilayah tersebut aman antrax.
"Petugas pemeriksa hewan kurban nantinya bekerja memeriksa surat kesehatan, perjalanan hewan, status fisik, usia dan hewan yang tidak cacat. Selain itu, saat pemotongan akan memeriksa paru-paru, jantung, hati, ginjal, dan organ reproduksi hewan," jelas Koemayadi.
Ia menjelaskan, tujuan pemeriksaan hewan kurban ini untuk memberikan rasa aman pada masyarakat dan hewan yang dipotong itu sah sesuai aturan Islam. Menurut Koesmayadi, hadirnya tim pemeriksa juga sebagai jaminan status kesehatan hewan, kualitas daging yang sehat dan mencegah penyakit menular.
"Sebelum disembelih, hewan kurban yang dijual itu akan diberi kartu tanda sehat bila sesuai persyaratan," jelasnya.
Koesmayadi mencontohkan, sejak 8 November lalu, pemeriksaan hewan kurban oleh dinas terkait di Kota Bandung sudah menyebar 26 ribu kartu sehat, di Kota Cimahi 2 ribu kartu sehat, Kabupaten Bandung Barat 8 ribu kartu sehat.
(bbp/tya)











































