"Kalau masuk partai sangat boleh. Partai itu terbuka bagi masyarakat Indonesia dan Jabar. Termasuk bagi finalis Moka, tidak ada larangan," ujar Heryawan usai memberikan materi pada 25 pasang finalis Moka di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Jumat (12/11/2010).
Namun Heryawan sendiri mengaku ragu jika dalam waktu dekat para finalis Moka akan terjun ke dunia politik. Karena biasanya aktualisasi diri seseorang berjalan bertahap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heryawan menginginkan, jika para finalis Moka nantinya berkiprah di partai, kondisinya sudah jauh berbeda dari sekarang. Sebab menurut Heryawan parpol itu penuh dengan pengabdian dan pengorbanan.
"Saya inginnya ketika mereka ke partai, mereka sudah jadi orang yang handal, peran sosialnya bagus, kekayaan memadai, setelah itu masuk ke partai," tuturnya.
Untuk itu Heryawan berharap para finalis Moka nantinya bisa berkarier di bidang yang sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya. "Kalau ke depan mereka mau mengekspresikan masa depannya pada bidang-bidang yang mereka inginkan, silahkan saja. Mau itu jadi politikus, bergerak di perdagangan, keilmuan, apapun lah," kata Heryawan.
Lebih lanjut Heryawan berharap para finalis Mojang Jajaka (Moka) Jabar 2010 dapat menjadi pribadi yang mandiri salah satunya dengan menjadi pengusaha karena menurutnya, peluang menjadi pengusaha sangat besar. Hal itu juga untuk menambah jumlah pengusaha di Jabar.
Di Jabar sendiri sekarang baru ada 0,18 persen jumlah pengusaha dari total penduduk Jabar yang mencapai 43 juta orang. Sementara jumlah pengusaha di Indonesia baru 0,5 persen.
"Normalnya, sebuah kawasan punya 4 persen pengusaha, makanya kita dorong mereka (jadi pengusaha-red). Kalau hari ini saya memberi ceramah bagi mereka, mudah-mudahan, 10 atau 15 tahun lagi, saya diundang untuk menghadiri grand opening perusahaan mereka," kata Heryawan.
(tya/ern)











































