Hasanudin menjelaskan K merupakan salah satu pendiri Yayasan Sarasa. Pada 2002, dirikan Panti Asuhan Budi Pertiwi. Namun dua tahun kemudian terjadi perpecahan di internal yayasan. "Pak K lalu mendirikan panti asuhan dengan nama yang sama di Jalan Karasak Tengah II," ujarnya kepada detikbandung saat ditemui di kediamannnya, Gang Pak Uca, Kamis (11/11/2010).
Sebelum terungkapnya kasus pencabulan, menurut Hasanudin, pada 1 Oktober 2010, K mengundurkan diri dari kepengurusan panti Budi Pertiwi versi Yayasan Sarasa. Ia juga berjanji akan segera mengganti nama pantinya menjadi Panti Nasi'ah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Selasa (9/11/2010), K pun dicoret dari yayasan. "Kejadian ini merusak nama baik panti dan yayasan," tegasnya.
Terkait panti yang dikelola kini menjadi sepi, menurut Hasanudin, dua anak asuh yang menjadi korban telah dibawa oleh orangtuanya masing-masing. Sementara penghuni lainnya yaitu dua saudara kembar kini dirawat di panti Asuhan Budi Pertiwi di bawah Yayasan Sarasa.
"Pas malamnya usai pak K ditangkap, kami datangi panti. Mereka di dalam sedang menangis. Makanya kami bawa ke sini, sekarang kondisinya lebih baik," kataya.
Hasanudin juga mengatakan pihaknya akan menyediakan tim advokasi mereka. "Ya itu buat jaga-jaga nanti kalau mereka dimintai keterangan polisi nanti. Kita khawatir psikologisnya tertekan, mereka kan masih duduk di kelas 2 SMP," tutur Hasanudin.
(ern/ern)










































