Rumah Zakat Bantah Semua Tuduhan FMPU

Rumah Zakat Bantah Semua Tuduhan FMPU

- detikNews
Kamis, 11 Nov 2010 10:50 WIB
Rumah Zakat Bantah Semua Tuduhan FMPU
Bandung - Corporate Secretary Muhammad Trieha Rumah Zakat membantah tuduhan Forum Masyarakat Peduli Umat (FMPU) yang menuduh Rumah Zakat telah menyalahgunakan pendistribusian kornet Superqurban. Trieha menandaskan Rumah Zakat tak mendukung salah satu calon pada Pemilukada Kabupaten beberapa waktu lalu.

"Rumah Zakat adalah lembaga sosial independen, berakta hukum jelas. Lembaga ini tidak berafiliasi dengan orpol atau partai tertentu, namun secara terbuka memberikan kesempatan kepada organisasi manapun untuk bekerjasama sebagaimana brand value kami, humanitarian," jelasnya kepada detikbandung, Kamis (11/11/2010).

Pada Selasa (9/11/2010), FMPU mendatangi MUI Jabar. Mereka melaporkan adanya kecurangan yang dilakukan tim sukses pasangan noor 8 Ridho-Darus, yang membagikan kornet Superqurban, produk Rumah Zakat, pada H-3 hingga H-1 pemilukada putaran kedua yang digelar pada 31 Oktober 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rumah Zakat belum menerima bukti resmi baik foto, video, BAP resmi Panwaslu, terkait temuan FMPU yang menyebutkan ada seorang relawan calon pasangan pilkada Kab Bandung No.8 yang mendistribusikan kornet Superqurban kami sambil memberikan pesan memilih nomor tertentu," ujar Trieha.

Jika informasi tersebut benar, kata Trieha, Rumah Zakat tak berada di balik kejadian itu. Ia menegaskan Rumah Zakat menegaskan mendistribusikan kornet qurban bekerjasama dengan banyak pihak. Apalagi pada momen bulan Oktober 2010 lalu Rumah Zakat menggelar event “Bakti Pemuda Untuk Pangan Nusantara” dipusatkan di 6 kota dan secara serentak didistribusikan di 44 jaringan kantor cabang Rumah Zakat.

Aksi tersebut secara simbolis diresmikan oleh Menpora Andi Mallarangeng di kantor Kemenpora, Jln. Gerbang Pemuda no. 3 Senayan Jakarta pada tanggal 25 Oktober 2010. Salah satu dari enam kota tersebut adalah Kabupaten Bandung, yang kita sama ketahui rawan banjir. Dalam implementasi program ini Rumah Zakat bermitra dengan relawan dan masyarakat setempat.

"Jadi tidak ada hubungan apalagi menyengaja didekatkan momen pilkada," tegas Trieha.

Menurutnya antara Oktober hingga awal November 2010 sudah terdistribusikan 108.015 paket ke daerah rawan gizi dan bencana termasuk ke pengungsi Wasior Papua, Mentawai dan Merapi.

"Jadi kami tegaskan bahwa demo saudara kami FMPU tersebut adalah salah sasaran," tandasnya.

Lebih lanjut, Trieha menjelaskan setiap pequrban ke Rumah Zakat berhak untuk mendistribusikan secara mandiri sebagian bahkan seluruh hasil pengkornetan qurbannya, asal bertanggung jawab untuk disalurkan.

"Kami tidak bisa memastikan jika kejadian di atas benar, apakah termasuk dari alokasi pequrban yang mendistribusikan langsung tadi atau bukan. Ketika donatur sudah menerima haknya, penyaluran sudah tidak dalam kewenangan kami," terang Trieha.

Trieha juga menilai tuntutan FMPU yang meminta Rumah Zakat untuk dibubarkan tidak rasional. "Rumah Zakat bergerak untuk masyarakat termasuk mendukung Pemerintah dalam peningkatan IPM, dengan kontribusi lebih dari 12 tahun di 18 provinsi, statement untuk membubarkan lembaga ini rasanya kurang rasional baik secara legal normatif maupun realitas kemanfaatan, apalagi di atas dasar prasangka yang harus kuat dibuktikan," tuturnya panjang lebar.

Trieha juga mempertanyakan soal spanduk yang dibawa FMPU yang bertuliskan 'Hentikan kebohongan di media massa'. Menurut Trieha itu bisa berimbas negatif kepada Rumah Zakat. "Mengingat jika definisinya akuntabilitas keuangan, Rumah Zakat selalu diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), laporan keuangan tahun 2009 mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian, begitu juga tahun-tahun sebelumnya," tandasnya.
(ern/ern)


Berita Terkait