"Sudah menjadi hal biasa saat Idul Adha pasti yang laris itu tusuk sate dan arang. Daging hewan kurban kebanyakan dimanfaatkan masyarakat untuk bikin sate. Seminggu ini tusuk sate dan arang sudah naik harganya," jelas Ketua II Pedagang Warung dan Pasar Tradisonal (Pesat) Jawa Barat, Agus Fadillah, saat dihubungi detikbandung via ponsel, Kamis (11/11/2010).
Menurut Agus, harga tusuk sate yang biasanya dikisaran harga Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per ikat, kini harganya sudah Rp 6.000 per ikat. Satu ikat itu jumlahnya 100 tusuk. Sementara harga arang Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilo, saat ini dibanderol Rp 7.000 per kilo.
Ia menambahkan, sekarang para pedagang di pasar tradisional sudah memperbanyak stok tusuk sate dan arang kayu. "Kalau hari biasa, pedagang hanya mengandalkan tukang sate yang memborong. Kalau Idul Adha, masyarakat umum yang belinya. Diprediksi harga tusuk sate dan arang ini akan naik lagi," ujar Agus.
Agus menerangkan, kondisi harga tusuk sate dan arang itu hampir seluruhnya sama di 34 pasar tradisional yang tersebar di Kota Bandung.
(bbp/ern)











































