Geram Banjir Parah di Pasteur, John Buat Video Untuk Pemkot

Geram Banjir Parah di Pasteur, John Buat Video Untuk Pemkot

- detikNews
Rabu, 10 Nov 2010 15:40 WIB
Geram Banjir Parah di Pasteur, John Buat Video Untuk Pemkot
Bandung - Banjir yang terjadi di Jalan Dr Djunjunan atau Pasteur tepatnya di depan Mal BTC pada Selasa (9/11/2010) kemarin sepertinya akan jadi kenangan tak terlupakan bagi warga Kota Bandung yang mengalaminya. Bagaimana tidak, banjir yang tingginya mencapai pinggang orang dewasa itu, tercatat sebagai banjir terparah yang terjadi di Pasteur.

Saking geramnya, John Simalango (38) warga Jalan Diponegoro Kelurahan Citarum Kecamatan Bandung Wetan yang berada di lokasi dan terjebak banjir pun membuat video khusus untuk Pemkot Bandung.

Video berjudul Bandung Lautan Air berdurasi 1 menit 41 detik itu pun ia unduh di youtube agar lebih banyak lagi orang yang bisa melihatnya. Dengan tambahan title dan backsound lagu Halo-halo Bandung, ia berharap Pemkot dapat tersindir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya heran sama pemerintah. Kok Pemkot sepertinya tidak serius menangani banjir seperti itu. Apa pemkot tidak punya tenaga ahli. Saya geram, makanya saya memberi dorongan agar para pejabat itu melihat kondisinya seperti apa kemarin dan segera mencari solusinya. Kemarin itu adalah banjir terparah di Pasteur yang pernah saya alami," ujar John saat berkunjung ke kantor detikbandung, Jalan Lombok 33, Rabu (10/11/2010).

Dalam covernya John menuliskan keironisan atas Jalan Pasteur yang menjadi pintu masuk Bandung. Di ujung Jalan Pasteur dari arah tol, terpampang billboard megah dengan foto Walikota dan Wakil Walikota yang menyambut hangat siapa saja yang masuk ke Bandung. Namun bila hujan datang, justru Pasteur adalah salah satu titik parah banjir cileuncang.

Dalam video yang diberikan pada detikbandung, terlihat bagaimana kondisi banjir di Pasteur kemarin. Ada motor, mobil dan truk yang terjebak dan berhenti di tengah banjir. Bahkan terlihat adegan dramatis di mana seorang bapak pengantar daun pintu dengan sepeda yang berjuang menembuh banjir. Sepeda dan pintu yang digiringnya itu tampak hilang ditelan banjir.

"Kebetulan kemarin saya bawa handycam, jadi saya bisa zoom lebih jelas daripada yang mengambil foto atau video dengan handphone," jelasnya.

John menuturkan, sekitar pukul 14.30 WIB berada di depan SPBU Pasteur yang letaknya sekitar 100 meter dari Mall BTC. Saat itu ia akan menjemput anaknya yang sekolah di Kota Baru Parahyangan Padalarang.

"Kemarin masih banyak yang mengira hanya macet biasa. Sampai mobil-mobil di depan minta untuk mundur. Saya juga menunjukkan video di handycam untuk menunjukkan pada mobil-mobil di belakang saya supaya bisa melihat kondisi yang ada. Pada kaget ternyata airnya sedalam dan sederas itu," katanya.

Karena terjebak, John dan sejumlah pengemudi lainnya memilih memarkirkan mobil di SPBU kemudian mencari makan. Kondisi air banjir dan lalu lintas pun menurutnya sudah kembali normal sekitar pukul 16.00 WIB.

"Banyak kerugian yang dialami oleh warga dengan banjir dan macet seperti itu. Mungkin pejabat yang di atas harus mengalaminya dulu baru tahu," ujar John miris. Ia mengaku, hampir setiap hari melintasi Jalan Pasteur. Dan sejauh ini, banjir yang terjadi kemarin merupakan yang terparah.

(tya/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini