Seperti di Apotek Gandapura Jalan LRE Martadinata, sejak 2 hari terakhir banyak warga yang membeli masker di apotek tersebut.
"Yang beli masker rame dari 2 hari lalu, tapi paling rame ya hari ini," ujar Agung (37) pegawai di Apotek Gandapura, Jumat (5/11/2010).
Agung mengatakan, pada hari biasa 1 box masker yang berisi 50 buah masker belum tentu terjual habis. Namun hari ini, dari 23 box yang tersedia, 16 di antaranya sudah terjual.
"Sekarang aja kita sudah pesen lagi tapi barang belum datang," katanya.
Salah seorang pembeli Nina (33), mengaku membeli masker untuk antisipasi. Ia mengetahui turunnya hujan abu di Bandung dari berita di media, situs jejaring sosial, broadcast di blackberry-nya hingga melihatnya sendiri di kaca mobilnya.
"Beli 10 buat keluarga juga. Untuk antisipasi," tutur Nina.
Tak hanya di apotek Gandapura, di Apotek Cibeunying dan Apotek Utama yang berada di Jalan Amad Yani juga mengalami hal yang sama. Apotek tersebut diserbu warga yang ingin membeli masker.
Di Apotek Cibeunying, hari ini saja sudah terjual 400 masker. "Biasanya sehari itu paling habisnya cuma 1 box atau 50 masker, sekarang sudah terjual 400 masker dan sekarang sudah habis," ujar Reni (21) petugas di Apotek Cibeunying.
Reni menambahkan, rata-rata pembeli adalah pengendara yang melintas di Jalan Ahmad Yani yang menuju arah Cicaheum. "Mereka pengadara yang sengaja beli karena hujan abu sudah sampai ke Bandung," katanya.
Sementara di Apotek Utama, sejak pagi hingga sekitar pukul 14.00 WIB, sebanyak 4 box masker sudah terjual habis. "Baru hari ini penjualan masker meningkat, dari pagi hingga siang sudah 4 box yang sudah terjual," ungkap Ani (38).
Ani menambahkan penjualan masker meningkat drastis dibanding hari biasa. Sebelum ramai hujan abu, sehari-hari paling hanya 1 box itu pun tidak habis.
"Tadi yang beli sengaja datang karena mengeluh adanya abu yang sudah sampai Bandung," tuturnya.
(tya/ern)











































