Salah satunya dirasakan Ajat (25) warga Jalan Sadang RT 03 RW 04 Desa Margahayu Tengah Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, dia mengetahui adanya abu di loteng rumah sekitar pukul 09.00 WIB. Ia melihat ada lapisan tipis abu di genteng rumah, dari loteng rumah tempat menjemur pakaian. Sekitar pukul 9.00 WIB dipanggil kakaknya yang berada di loteng.
"Tadi sadar sekitar pukul 9.00 WIB, saya dipanggil kakak yang mau menjemur pakaian. Katanya di genteng rumah terdapat serbuk putih. Setelah dicek bentuknya seperti abu berwarna putih," tutur Ajat, Jumat (5/10/2010).
Ia juga melihat beberapa rumah di sekitar rumahnya juga mengalami hal yang sama. Meski begitu hal itu tak menimbulkan kehebohan pada warga.
Deni Sabudin (37) warga Kampung Cilisung Desa Sukamenak Kecamatan Margahayu juga mengalami hal serupa. Deni sadar sejak pukul 07.00 WIB. Saat itu ia sedang berbincang dengan salah seorang temannya melalui handphone. Karena sinyalnya jelek, ia keluar dari rumahnya.
Dalam percakapannya dengan temannya, Deni mengetahui bahwa abu Merapi sudah sampai soreang. Karena penasaran, ia pun mengecek ke atap rumahnya dan melihat di atas kanopi terlihat serbuk putih seperti kapur yang halus.
"Karena kanopinya kondisinya baru dan warnanya hitam, serbuk itu jadi jelas. Cuma tidak banyak, itupun tipis," tuturnya.
Menurut Deni rumah disekitarnya juga mengalami hal yang sama dan juga tak mengalami kepanikan.
(tya/ern)











































