Pemegang Saham Bantah Intervensi Persib

Pemegang Saham Bantah Intervensi Persib

- detikNews
Kamis, 04 Nov 2010 17:23 WIB
Pemegang Saham Bantah Intervensi Persib
Bandung - Konsorsium PT Persib Bandung Bermartabat menolak dijadikan kambing hitam atas performa Persib yang kini terpuruk. Mereka membantah mengintervensi kebijakan yang diambil manajemen.

"Kalau yang dimaksud intervensinya kita dulu Darko, ya memang benar. Namun itu semua untuk kebaikan Persib. Nah tapi kan kita juga tak memaksa, ketika mereka (manajemen--Red) minta pelatih diganti, kita ikuti. Terus mereka sendiri yang memilih Jovo, " ujar juru bicara Konsorsium yang meminta identitasnya disembunyikan kepada detikbandung melalui telepon, Kamis (4/11/2010).

Pernyataan tersebut membantah perkataan dari Manajer Persib Umuh Muchtar sebelumnya. Umuh menilai menurunnya performa Persib, karena pemegang saham terlalu intervensi, salah satunya soal pemilihan pelatih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus terang kita tidak percaya beliau (Umuh-red) bicara seperti itu. Tapi kalau faktanya memang beliau bilang itu, rasanya tuduhan intervensi kurang tepat," ujarnya.

Dia juga mengaku heran kenapa manajemen yang meminta pertanggungjawaban terhadap pemegang saham.

"Harusnya kalau Persib terpuruk, kita sebagai pemegang saham yang menanyai manajemen, kenapa bisa seperti ini, bukan sebaliknya. Tapi sekali lagi saya tegaskan, saya tidak mau memperkeruh suasana," tandasnya.

Konsorsium (pengusaha Jakarta) diketahui memiliki 60 persen saham Persib. Semenjak lepas dari APBD Kota Bandung, Umuh mendirikan PT Persib Bandung Bermartabat sebagai organisasi yang diharapkan dapat membuat Persib mandiri secara pendanaan. Soalnya, Pemkot Bandung telah memutus APBD yang selama ini dipergunakan untuk membiayai Persib.

Menurutnya, keterlibatan konsorsium mengelola Persib, pada awalnya karena diminta. "Bos saya 'kan orang Bandung, tapi kebetulan domisili sekarang di Jakarta. Kita hanya ingin bantu saja," terang dia.

Namun, katanya, jika memang pihak manajemen ingin kembali membeli Persib, silakan. "Katanya Persib mau di-buy back, silahkan saja. Kita hitung-hitungan nanti. Ya pokoknya asal membayar uang yang telah kami keluarkan," cetusnya.

Hal ini, lanjut dia, bukan berarti konsorsium akan melepas Persib. "Saya tak mau jadi polemik, kita mau jalan terus. Tapi kalau dipaksa, ya silakan. Kita tinggal deal harga," tandasnya.

(ern/a2s)


Berita Terkait