Bandara Husein Sastranegara kini menjadi pintu masuk bagi para pengedar dari luar. Buktinya dalam rentang satu bulan, terkuak dua kasus penyelundupan di Bandara Husein. Tak tanggung-tanggung heroin dan sabu yang disita pun mencapai hampir 1,5 kilogram dengan kualitas impor.
Kasus pertama pada 23 September lalu, wanita berinisial DW (57) warga negara Philipina ditangkap di Husein, setelah menempuh penerbangan dari Kuala Lumpur pakai pesawat Air Asia. DW membawa 415 gram sabu.
Kasus kedua terjadi pada 26 Oktober lalu. Polisi dan petugas bea dan cukai bandara menciduk wanita asal negara Kirgistan berinisial ZHI (21). Ia yang menempuh penerbangan dari Malaysia menggunakan pesawat Malaysia Airlines berusaha menyelundupkan heroin seberat 1,1 kilogram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jenis sabu dan heroin itu sudah dicek ke BPOM dan dinyatakan positif sebagai narkotika golongan A. Narkotika yang disita bukan buatan lokal, tapi luar negeri. Dua kasus berbeda tersebut melibatkan jaringan internasional. Kami akan terus menyelidiki dan mengembangkan kasus ini," tutur Agus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (2/11/2010).
Bahkan, menurutnya, kasus penyelundupan di Bandara Husein adalah keempat.
Sementara itu Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Madya bandung Mathias Buluama mengatakan pihaknya selalu melakukan pemantauan terhadap para wisatawan yang datang.
(ern/ern)










































