Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (28/10/2010).
"Nopol sepeda motor yang digunakan pelaku belum terlacak. Kami kesulitan karena korban dan saksi di lokasi kejadian tidak ada yang sempat mengingat atau mencatat plat nomor," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus tersebut masih diselidiki. Kami mengimbau agar para nasabah yang hendak mengambil uang ke bank untuk meminta pengawalan polisi. Jangan berpikir merasa aman, lalu tidak perlu dikawal polisi," tutur Endang.
Ia menambahkan dalam kasus tersebut empat saksi sudah diminta keterangan di Polsek Astanaanyar, yakni korban dan suaminya, sopir korban dan tetangga korban. Meski para saksi tidak sempat melihat dan mengingat identitas motor pelaku, polisi tak menyerah begitu saja.
"Kami akan terus mencoba mencari saksi lainnya. Siapa tahu ada yang melihat nopol salah satu sepeda motor pelaku," ujarnya.
Terkait CCTV BCA yang sudah dibawa untuk dipelajari, polisi belum membeberkan hasilnya. "Kami memeriksa CCTV itu untuk mengetahui apakah ada orang-orang
mencurigakan. Tetapi sekarang masih penyelidikan," terang Endang.
Senin (25/10/2010), Yuliarsih (43) ke Bank BCA untuk mengambil uang sebanyak Rp 150 juta. Ia diantar oleh sopir pribadinya. Baru sampai depan rumah, ia dirampok. Ia menderita kerugian Rp 151,5 juta dan dua buah handphone. Selain itu, korban menderita luka robek di telapak tangan kanan akibat sabetan golok.
(bbp/ern)











































