Kepada wartawan di RS Pindad, Rabu (27/10/2010), Siti menuturkan jika ia di-SMS Riski untuk menemaninya. "Riski bilang ada orang yang enggak dikenal bolak balik di dekat kosannya, ia takut jadi ingin ditemani," ujar Siti yang merupakan warga Jalan Gagak ini.
Saat Siti tiba di kosan Riski, Siti mengatakan pria yang tak dikenal itu tiba-tiba mengetuk pintu kamar. Masih menurut Siti, kemudian Riski membuka pintu kamarnya. Pria tak dikenal yang mengenakan helm dan jaket kulit itu menanyakan kosan. Riski menjawab tak tahu karena dia orang baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siti mengaku ia langsung berlari ke arah pintu dan berusaha kabur, namun pria itu menjabaknya dan melukai betisnya. "Trus laki-laki itu menusuk perut Riski," katanya.
Si pelaku, kata Siti, kemudian kabur dengan mengunci pintu kamar dari luar. "Saya langsung pecahkan kaca untuk buka pintu. Kuncinya tergantung di pintu," tutur Siti. Sebelum kabur, si pelaku membawa uang dan handphone milik Riski. Dia mengaku saat kejadian, kondisi kosan tengah sepi.
Sementara itu Wakapolsek Kircon AKP Sharly Sollu mengaku masih menyelidiki motifnya. Soal barang yang hilang, Sharly mengaku belum mengetahuinya. "HP Esia milik korban masih ada, kalau soal uang, saya belum tahu," katanya.
Saat ini Riski berada di IGD RSHS. Belum diketahui bagaimana nasibnya.
(ern/ern)











































