Menurut Sekretaris Distan Kota Bandung, Elly Wasliah, 6 tim yang masing-masing tim berjumlah 5 orang itu akan disebar ke 6 wilayah dan kecamatan.
"Tim itu nantinya akan memeriksa kondisi kesehatan dan fisik hewan kurban seperti kambing dan sapi yang dijual. Contohnya kita akan memeriksa gigi, dan kondisi fisik lainnya apakah hewan itu buta, atau mengalami kelainan," ujar Elly saat dihubungi detikbandung via ponsel, Selasa (26/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau giginya sudah tanggal satu, menandakan kambing sudah satu tahun dan bisa untuk sebagai syarat disembelih untuk Idul Adha. Selain itu kita juga tidak boleh memilih hewan yang sudah buta atau cacat," jelasnya.
Seteleah hewan dipastikan sehat, hewan kurban tersebut akan diberi kalung sehat.
Sementara itu, selain pengecekan sebelum Idul Adha, saat hari H pun Distan akan melakukan pengecekan ke tempat penyembelihan hewan kurban yang jumlahnya banyak. Hal itu dilakukan untuk mengecek kondisi daging.
"Untuk mengecek kondisi daging layak dikonsumsi atau tidak. Petugas akan berkonsentrasi ke daging yang terkena penyakit, seperti cacing hati. Sebab kalau terkena penyakit itu, tidak layak makan," terangnya.
Meski tidak akan mematikan jika memakan daging yang berpenyakit cacing hati, namun kata Elly pihaknya tetap akan mengecek kondisi daging untuk benar-benar memastikan daging tersebut layak makan.
"Selain itu ada juga yang di dalam dagingnya borok. Secara kasat mata mungkin tidak terlihat," katanya.
(avi/ern)











































