"Dugaan kami sementara murni kecelakaan kerja. Apakah ada unsur kelalaian dalam kejadian tersebut, kami masih menyelidikinya," jelas Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami.
Endang menyampaikan hal tersebut saat ditemui wartawan di Mapolrestabes Bandung, Selasa (26/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya lubang bocor kecil. Lambat laun lalu menjadi besar dan akhirnya jebol. Kalau sudah seperti itu, siapa yang menghendaki. Jadi dugaan sementara kasus ini ialah murni kecelakaan," teranya.
Disinggung minimnya alat keselamatan kerja yang dibutuhkan para pekerja yang mengerjakan proyek pemasangan pipa air limbah tersebut, Endang tidak berkomentar panjang.
"Alat keselamatan kerja itu merupakan persoalan teknis yang harus mendatangkan ahli. Mengenai unsur kelalaian pun juga demikian. Jadi, mesti ada saksi ahli yang dilibatkan saat proses penyelidikan ini," tutup Endang.
Sebelumnya Minggu (24/10/2010) dini hari, lima pekerja proyek air limbah PDAM di Jalan Soekarno Hatta terseret arus air. Di mana penahan air dalam gorong-gorong itu jebol. Kejadian maut itu menewaskan tiga pekerja tewas yakni Hendi (42), Parman (42) dan Warsim (43). Sementara dua pekerja yang selamat yaitu Yani dan Rudin.
(bbp/ern)











































