"Egi apa kabar, jangan sedih ya, tetap semangat, Insya Allah Egi cepat sembuh dan pulih. Bisa sekolah dan bermain kembali seperti dulu. Ibu doakan agar Egi
menjadi anak yang kuat, anak yang sholeh juga menjadi anak yang pintar dan berbakti," tutur Netty sambil mengusap lembut wajah Egi.
Ditemani neneknya, Egi menyatakan keinginannya kepada Netty untuk menjadi dokter agar bisa menolong sesama. Spontan Netty menyatakan bangga mendengar cita-cita Egi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pun meluangkan langkah ke sejumlah pasien anak yang juga dirawat seruangan dengan Egi. Beberapa di antaranya merupakan pasien luka bakar dan tumor.
"Saya berharap RSHS mampu meningkatkan pelayanannya lebih baik lagi, khususnya pasien anak-anak," ujarnya.
Kisah pilu harus dialami Egi Gantira Hali Ramdani bocah asal Dusun Su-kaasih RT 04 RW 07 Desa Legok Kaler, Kecamatan Paseh, l Kabupaten Sumedang ini harus menjalani operasi sebanyak 27 kali. Operasi demi operasi harus dijalani Egi akibat terperosok ke dalam limbah batu bara. Kini sudah setahun lalu, atau sejak
24 Oktober 2009 tergolek dirawat di RSHS hingga kini.
Menurut neneknya, Aminah (60), peristiwa tragis terjadi pada 12 Oktober 2009. Sore itu, Egi mengantar adiknya, Aini Putri ke tepi sungai untuk buang hajat.ย Sepulang dari sungai, Egi dan adiknya bermaksud kembali ke warung milik ibunya yang terletak di Kampung Gendeng Tomo, Sumedang, tidak jauh dari sungai. Saatย menuju warung itulah, Egi terperosok ke tumpukan limbah batu bara. "Sekujur tubuh, terutama kedua tangan dan kakinya terkena limbah batu bara tersebut.ย Begitu juga kepalanya," terang Aminah kepada Netty.
ย
Penulis adalah Staf Humas Pemprov Jabar
(ern/ern)










































