Bahkan ada 7 orang yang berada dalam 1 rumah di Jalan Sekelimus VII, No 3 RT 02 RW 06 Kelurahan Batununggal Kecamatan Bandung Kidul yang secara bergantian mengalami sakit Chikungunya.
"Pusing, lemes, tulang-tulang sakit, kalau dari duduk ke berdiri sakit ngilu. Jalannya susah, ini udah mendingan. Mulai sakit 10 hari lalu, kena dari anak," ujar Subiono (70) saat ditemui di rumahnya, Senin (25/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gantian sakitnya, sejak sekitar 2 minggu lalu. Yang kena 7 orang di rumah. Sudah ke dokter, katanya sakit Chikungunya ringan," tutur Dedeh isteri Subiono.
Meski berangsur pulih, namun Subiono mengaku masih merasa sakit saat berjalan atau berubah posisi.
Tetangga Subiono, Lilis (48) juga mengalami sakit serupa. Penjahit ini mengaku merasakan ngilu dan lemas pada tubuhnya. "Sakitnya sudah 10 hari. Ini baru 3 hari sembuh," tuturnya.
Masih dalam 1 RW yang sama, Oneng (48) ibu RT 04 itu mengaku dalam 2 bulan terakhir ada sekitar 10 orang warganya yang sempat terserang Chikungunya. "Ada sekitar 10 orang yang kena, saya dan bapak (Ketua RT-red) juga kena," jelasnya.
Petugas Puskesmas di Kelurahan Kujang Sari Kecamatan Bandung Kidul mengakui dalam 1 bulan terakhir memang terjadi peningkatan jumlah penderita Chikungunya. Selama bulan Oktober ini saja tercatat ada 30 warga yang menderita penyakit layu lumpuh itu.
"Memang ada kenaikan, tapi belum sampai KLB. Kami akan lakukan fogging jika warga mau di fogging," ujar Susi Yuningsih saat ditemui di daerah Sekelimus.
Menurut Susi, penyakit Chikungnya dapat menulari warga yang letaknya berdekatan. Karena nyamuk dapat terbang dalam radius 100 meter.
"Tapi Chikungunya tidak menyebabkan kematian seperti DBD. Kelumpuhan yang diderita akan berangsur pulih dan sembuh. Paling lama sekitar 3 bulan," katanya.
(tya/ern)










































