pipa beton. Dua pekerja lainnya berhasil selamat dari kecelakan maut tersebut.
Salah seorang pekerja di proyek tersebut, Herman (30) mengatakan, sekitar pukul 00.30 WIB tadi, lima pekerja yang semua pria ini masuk ke gorong-gorong pipa beton. Namun, malapetaka tak bisa dihindarkan saat air menerjang pekerja.
"Sumber air yang ditahan papan di sekitar gorong-gorong itu jebol. Lalu air itu memenuhi pipa beton. Dua orang selamat dan tiga orang tewas di lokasi kejadian," ujar Herman saat ditemui di ruang kamar mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin, Minggu (24/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pipa beton berdiameter sekitar 1 meter menjadi penuh air. Pekerja terjebak di dalam pipa gorong-gorong dan terseret arus air," jelas Herman.
Herman menambahkan, tanda-tanda bakal terjadinya malapetaka itu sudah terpantau. Indikasinya yakni genangan air yang sempat membasahi pipa beton.
"Salah seorang pekerja yakni Yanto yang berada di atas, menyuruh lima pekerja tadi agar segera keluar dari pipa karena ada air mengalir perlahan. Dua pekerja berhasil lolos dari pipa gorong-gorong saat air sudah memenuhi lingkaran pipa," jelas Herman.
Namun tiga pekerja lainnya Hendi, Parman dan Warsim, bernasib nahas. Mereka terjebak dan terseret hingga ujung pipa dekat menhul (kolam besar tempat pekerja masuk dan keluar gorong-gorong, red).
"Saya yang evakuasi tiga mayat pekerja itu. Saat tewas di tempat, posisi ketiganya masih berada di dalam pipa. Sepertinya mereka tewas kehabisan nafas saat terendam air," tuturnya.
Dua orang selamat diangkat menggunakan alat hois yang seperti lift. Begitupun tiga jenazah pria malang tersebut. Pantauan detikbandung, tempat lokasi kejadian (TKP) sudah diberi garis polisi. Kasus ini ditangani Polsek Regol.
(bbp/ern)











































