"Bentuknya memang seperti petai. Tapi ini nggak bisa dimakan," ujar suku baduy Luar bernama Amir (31) yang menjaga stand tersebut.
Cariuk tersebut dijual sebagai pajangan unik bagi para pengunjung. Harganya Rp 35.000, dengan ukuran sekitar setengah meter.
"Saya nggak tahu jumlahnya banyak atau enggak. Tapi di luar Baduy saya tidak pernah lihat. Di Baduy juga adanya di tengah hutan," katanya.
Amir menjelaskan, kulit dan biji buah Cariuk yang teksturnya cukup keras itu dimanfaatkan oleh masyarakat Baduy untuk membuat kerajinan. Diantaranya membuat
gantungan kunci. Di stand tersebut, aksesoris dari buah Cariuk dijual dengan harga Rp 5 ribu saja.
Selain Cariuk, masih banyak barang khas asal Kabupaten Lebak banten khususnya Baduy yang dijual di stand tersebut. Ada kain Baduy mulai dari selendang,
sarung, dan baju. Harganya mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu. Ada juga 1 stel baju khas Baduy seharga Rp 150 ribu.
Ada juga madu asli Baduy yang disebut Madu Odeng. "Karena jenis lebahnya lebah Odeng," tutur Amir. Seluruh barang yang dijual, menurut Amir asli berasal dari Baduy.
(tya/)










































